Archive for November, 2007

Modus Pemerkosaan Baru.

Friday, November 23rd, 2007

Pemerkosaan :
Hati2 buat para wanita…!! (juga buat
para lelaki yang merasa punya wanita
yang dikasihi)
PERTAMA :
Katanya, sekarang ada cara baru
pemerkosaan terhadap wanita. Yang
terjadi seperti ini, seorang cewek
melihat ada seorang anak kecil
dijalanan sedang menangis. Merasa
kasihan, ia menanyakan apa yg terjadi
pada anak tersebut."Aku tersesat,
bisakah mengantarku pulang?" Lalu anak
kecil itu memberikan selembar kertas
yg berisikan alamat rumahnya.Karena
c ewek itu termasuk orang yg baik hati,
tidak menaruh curiga apa2 dan membawa
anak tersebut ke alamat yg tertera.
Ketika tiba di "rumah" anak kecil itu,
ia menekan bel, tiba2 ia kaget karena
bel tersebut bertegangan tinggi dan
lalu pingsan. Ketika ia terbangun pada
hari berikutnya, ia mendapati dirinya
dalam keadaan telanjang dalam sebuah
rumah kosong Ia tidak pernah melihat
wajah penyerangnya. Itulah sebabnya
sekarang ini penindak krimal mencari
sasaran pada orang2 yg berbaik hati.
Jika terjadi masalah seperti ini :
JANGAN PERNAH MEMBAWA ANAK KECIL
TERSEBUT KE TEMPAT YG DIMINTA. JIKA
MASIH TERUS DIDESAK, BAWALAH ANAK
TERSEBUT KE KANTOR POLISI.
Anak yg tersesat paling bagus dibawa
ke kantor polisi.. Tolong sebarkan
kepada teman2 kalian semua terutama yg
cewek2, istri, adik perempuan. HARAP
BER-HATI2.< br>KEDUA :
Saya mendapat informasi penting dari
seorang kawan. Please soon
forward this such news ya…!!
Telah beredar sebuah obat baru yang
bernama "Progesterex" (you may check
the internet for the availability) .
Obat ini adalah pil kecil yang
digunakan untuk mensterilisasi. Obat
ini sekarang dipakai oleh para
pemerkosa pada perayaan pesta, Pub,
Discotique untuk memperkosa dan
mensterilisas i korbannya.
Proges terex pada dasarnya dijual pada
beberapa dokter hewan dan toko
binatang, dan digunakan untuk
mensterilka n hewan besar. Obat
biasanya digunakan bersamaan dengan
Rohypnol (Roofies) semacam obat bius
pembeliannya harus menggunakan resep
dokter (tahu sendiri dinegara yg
tercinta" Indonesia , you have money
you can buy almost everything).
Rohy pnol ini semacam effervescent
tabl et yang cepat larut didalam air.
Pelaku hanya tinggal memasukan
Rohypno l dan Progesterex kedalam
minuman mereka berdua dan Korban tidak
akan pernah ingat apa yang telah
terjadi pada malam/pagi/siang/ sore
itu dan Progesterex akan membuat si
wanita TIDAK AKAN HAMIL, sehingga si
pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran
witho ut worry about having apaternity
test indentifying him beberapa bulan
kemudian.Tetapi yang perlu diperhatikan, EFFECT
PROGESTERE X TIDAK SEMENTARA.Progester< br>ex dibuat untuk mensterilkan
kuda ,jerapah dan binatang besar
lainnya. Setiap wanita yang telah
meminumnya TIDAK AKAN PERNAH
MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA. Jadi
BERHATI-HATI LAH bila pergi ke PUB atau
CAFE atau dimanapun anda berada dan
jangan menerima
minum dari sembarang pria yang tidak
anda kenal dengan baik.
Believe it or not, there is even a
site on the internet for the drug,
telling people how to use it. Please,
Forward Email ini kepada setiap wanita
yang kalian kenal, especially to young
and naive girls.
Nb:
Kee p yourself aware. There’s too much
nonsenses in this ugly world. Hold
your conviction closer and don’t be
afraid to be a different kind of
person.

Strategi Baru Label rekaman Membunuh Artis-Artisnya.

Thursday, November 22nd, 2007

Teman-teman, kita sudah sampai di era baru industri musik. Era dimana label rekaman melancarkan strategi terkejam dalam sejarah industri musik di tanahair: Menguasai artis dengan jalan mengelola
karir mereka. Istilah populernya mereka melakukan ekspansi bisnis dengan
cara membuka divisi Manajemen Artis di label rekaman.  Gue adalah salah seorang yang nggak setuju dengan berdirinya
manajemen artis dalam sebuah label rekaman. Gue punya argumentasi yang kuat untuk
ini. Label rekaman itu INKOMPETEN untuk urusan manajemen artis dan nantinya
gue yakin malah bakal merusak tatanan industri musik yang selama ini otonom
dari tiga belah pihak terkait (artis, manajemen, label).  Bisnis utama label rekaman adalah jualan kaset, CD, RBT, dsb. Semua
yang berhubungan dengan rekaman musik. Dari nama saja sudah jelas:
Perusahaan Rekaman! Akhirnya ketika mereka membuka divisi baru (Artis
Manajemen) gampang ditebak kalo kerepotan dan berbagai kebodohan dalam urusan manajerial artis bakal terjadi di sana. Mulai dari SDM yang mereka
miliki butut hingga praktek-praktek jualan band yang obscure. Karena
mereka masih "belajar" maka jangan cari profesionalisme manajemen artis di dalam
major label :)    Conflict of interest tingkat tinggi juga bakal terjadi di dalam
band ketika manajernya bingung harus membela kepentingan yang mana nantinya
(artis atau label?). Secara manajer lama kemungkinan besar bakal "digaji" oleh
label dan nanti hanya akan menjadi sub-ordinat dari manajemen baru.   Gara-gara pembajakan musik yang makin gokil (bahkan konon direstui
negara) dan menurun drastisnya penjualan album fisikal, akhirnya mereka
mengambil jalan pintas mendirikan manajemen artis yang ujungnya lagi-lagi
merugikan artis nantinya. Label bukannya bersatu memerangi pembajakan namun
malah berkomplot untuk mengeksploitasi artis habis-habisan agar mereka
bisa terhindar dari kebangkrutan.   Biarkan artis yang bangkrut, tapi jangan labelnya! Kira-kira
kasarnya begitu. Sekali lagi artis adalah obyek penderita nomor satu
nantinya.  Setelah kecilnya nilai royalti mekanikal di Indonesia, statistik
penjualan album yang manipulatif, dilarangnya artis bergabung dengan KCI oleh
ASIRI (atau diminta keluar dari KCI jika telah bergabung) maka penindasan
terhadap artis akan datang lebih kejam lagi nantinya. Detailnya kira-kira
seperti di bawah ini.  Ini prediksi yang bakal terjadi di masa depan dengan "artis-artis
baru" yang kontrak dengan major label yang memiliki divisi manajemen artis:  - Masa depan karir band baru akan tergantung dari label rekaman,
bukan berada di tangan manajemen lama atau artisnya sendiri.   - Tumpulnya peran dan kontrol manajemen artis yang lama dalam
membela kepentingan-kepentingan artis. Manajemen lama akan menjadi sub-
ordinat dari label dan kemudian hanya berfungsi sebagai baby-sitting artis.
Semua fungsi kontrol dan decision making artis akan terpusat kepada label sebagai investor. Manajer lama tidak punya hak karena mereka tidak invest
apapun. Kemungkinan besar mereka akan disingkirkan dengan
jalan "pembusukan". Mempengaruhi artis dengan iming-iming kesuksesan di industri musik.  - Kontrol yang sangat ketat dalam proses kreatif dan menciptakan
musik berakibat hilangnya idealisme artistik & estetis karena artis hanya
akan diperbolehkan menciptakan musik-musik yang tengah disukai oleh
pasar yang tidak cerdas. Sejuta band mirip Kangen Band diprediksi akan
membajir di industri musik kita :)  - Berkurang secara signifikannya pemasukan bagi artis karena mereka harusshare profit selain dari royalti mechanical, live show, merchandise, touring,
> advertising, publishing dan sebagainya. Hal yang belum pernah
terjadi sebelumya. It’s a very big, big, big LOSS, ladies & gentleman!   - Buruknya lagi, kalau artis baru nanti terlalu blo’on, maka tingkat eksploitasi akan diperkejam lagi hingga nama band dipatenkan oleh
label, internal band akan dikontrol langsung pihak label, penggelapan
royalty, sales report yang culas hingga berlakunya sistem bodoh dengan label
menggaji para artis. Jika selama ini kita memandang artis sebagai seniman
dengan talenta yang tidak ternilai maka selanjutnya kita akan dipaksa
memposisikan artis tak lebih dari "kuli musikal." Strategi "mega-eksploitatif" ini memang hanya diberlakukan bagi
band-band baru yang ditawarkan kontrak rekaman oleh major record company.
Contohpaling konkret misalnya terjadi pada Nidji, Letto (Musica), The
Changcuters, St. Loco, Vagetoz (SonyBMG Indonesia), Kangen Band (Warner), Tahta
(EMI), dsb. Semuanya memang memiliki deal-deal yang berbeda satu sama lain.
Maksudnya tingkat eksploitasinya berbeda-beda. Ada yang parah dan ada yang
parah banget. Gue sempat mendengar ada satu band yang dipotong komisinya sebesar45% (gross) setelah join dengan manajemen artis major label.  Band baru yang hadir dengan strategi yang brilyan dan sangat
berhasil di awal karirnya adalah Samsons yang melakukan master licensing deal dengan Universal Music Indonesia. Mereka membiayai sendiri produksi rekaman dan kemudian
menjalin kerjasama promosi & distribusi dengan major label selanjutnya. Ke
depannyadeal seperti ini nantinya akan menjadi "favorit" para manajer artis
(tentu bila mampu).  Pastinya, label rekaman tidak akan menawarkan strategi keji ini
kepadaband-band lawas/senior karena bargaining position mereka sudah sangat kuat.
Selainbrand mereka sudah dikenal luas, pengalaman dan pengetahuan bisnis musik
yang sangat memadai, fanbase yang kuat juga sangat berpengaruh
terhadappositioning mereka di industri musik. Label sendiri kadangkala melihat artis-
artis lawas sebagai "uzur," "grace period" atau sudah rendah "selling point"nya.    Itulah kenapa akhirnya label rekaman besar hanya akan memburu band-
band/ artis baru yang masih hijau, yang minim pengetahuan bisnis musiknya
dan belum paham peta/konstalasi industri musik lokal. Selain bakal
gampang dibodohi dengan kontrak yang sangat eksploitatif mereka juga akan dipengaruhi iming-iming "fame & fortune" di industri musik. Padahal
belum tentu bakal "booming" juga :)   Jika Anda saat ini berada di sebuah band baru dan ditawarkan
kontrak rekaman dari major label maka jangan terburu-buru tergiur dulu! Imej
bergengsi major label tidak akan banyak memberi keuntungan. Yang terpenting adalah
deal-nya, bukan masalah major atau indie label-nya. Pelajari dulu dengan
seksama kontraknya, undang pengacara kenalan Anda untuk membedahnya,
konsultasi dengan band-band lain yang sudah berpengalaman.  Sudah banyak kasus terjadi sebelumnya. Band-band baru
menandatangani kontrak rekaman jangka panjang dengan major label dan akhirnya menyesal.
Ketika bandnya booming dan banyak menerima job manggung beberapa ada yang
melakukan "resistensi" konyol dengan tidak menyetorkan komisi kepada label
sesuai perjanjian. Menjadi konyol karena setelah kontrak rekaman itu
ditandatangani maka konsekuensi-konsekuensi di belakangnya seharusnya sudah kita
tahu sejak awal. Oleh karena itu jangan ikut mengantri di barisan kebodohan.
Empowered yourself!   Cara kerja label juga akan lebih mirip jarum suntik nantinya.
Sekali pakai langsung buang, disposable. Artis-artis baru tidak akan ada yang
didevelop untuk panjang umur karirnya, mereka hanya akan disupport
demi "popularitas maksimal dua atau tiga album saja!" Setelah booming besar dan
untung besar, siap-siap menuju ladang pembantaian. Setelah dibantai maka dicari
lagi talenta baru. Kalau kita jeli fenomena seperti ini sebenarnya telah
terjadi sekarang ini di Indonesia.  Label besar sejatinya nanti hanya akan menjadi pusat manufaktur
band! :) Kita tidak akan menemukan lagi band-band awet populer seperti
Slank, Gigi, Netral, Dewa19, Naif di masa depan nantinya. Semuanya hanya
akan "easy come, easy go!"  Tapi kalo ada yang bilang label membuka manajemen artis bakal
membunuh pula profesi manajer artis individual/otonom, gue sama sekali nggak
setuju. Gue justru nggak melihat kalau manajer-manajer artis yang independen
itu bakal tergusur atau kehilangan pekerjaan. Ini analisa yang terlalu
sembrono. It’s not the end of the world as we know it :) Negara ini punya lebih
dari 200 juta penduduk. Yang pengen jadi artis, bikin band dan gilpop (gila popularitas) setiap harinya pasti bertambah ribuan. Justru segudang
talenta ini menjadi market yang sangat potensial bagi manajer-manajer artis
untuk dikelola.    Manajemen artis yang individual atau berbentuk firma masih akan
sangat dibutuhkan dan berperan penting di sini nantinya. Perkembangan
teknologiyang gokil belakangan masih menjanjikan masa depan yang cerah buat band-
band yang tidak dikontrak major label lokal/internasional a.k.a indie.
Hadirnya MySpace, YouTube, Multiply, Friendster, Ning dan perangkat musik
digital lainnya sangat memungkinkan untuk mencetak artis besar via jalur alternatif. The Upstairs sendiri udah membuktikan hal ini sebelumnya.    Apalagi tren terbaru di Amrik dan Inggris sekarang rata-rata artis
bernama besar malas memperpanjang kontrak rekaman mereka dan memilih
hengkang darimajor label.Prince, Madonna, Radiohead, NIN adalah para pelopor "gerakan kembali ke indie" ini.
Mereka justru mempercayakan manajemen artis mereka yang independen untuk
berfungsipula sebagai "label rekaman". Cepat atau lambat gue pikir band-band
besar di Indonesia akan mengambil langkah yang sama nantinya. Slank, Naif
dan Netral malah sudah membuktikannya….. dan mereka cukup berhasil! Salute!  Masih adakah jalan lain? Ada banget! Di dalam negeri sendiri sudah
ada yang mempelopori "penggratisan musik." Album rekaman kini telah berubah
fungsi menjadi sebuah "marketing tool" untuk menjaring job manggung.
Mungkin inilah masa dimana musisi tidak lagi memikirkan royalti rekaman! Bisa jadi
kalau teknologi kloning nanti sudah semakin sempurna maka ini berarti
ancaman besar! :)   Koil menjadi pionir dengan menjalin kerjasama dengan majalah musik
untuk mendistribusikan album terbarunya (Blacklight Shines On) secara
gratis. Selain itu mereka juga memberi akses download album gratis via website/mailing list musik. Ide Koil ini memang tergolong baru walau sebenarnya tidak original juga. Prince bulan Juni lalu lebih dulu mengedarkan 3 juta keping album terbarunya secara gratis via
Tabloid Sun di Inggris.  Memang perlu dipelajari lebih lanjut lagi apakah
strategi "penggratisan musik" ini nantinya bakal merugikan atau malah menguntungkan. Yang
pasti band-band baru tidak akan memiliki "keistimewaan" seperti Koil jika
mau mengambil strategi serupa.   Yang menarik lagi, sempat ada pertanyaan di bawah ini yang datang
ke saya ketika jadi pembicara di sebuah seminar musik di kampus UI beberapa
waktu lalu:  Bagaimana dengan marak terjadinya kasus manager-manager artis individual/otonom yang tidak profesional atau bermasalah? Katakan
saja menipu artisnya, melakukan penggelapan keuangan, dsb. Nah, untuk point di atas sebenernya gue jamin nggak akan terjadi
lagi kalau di dalam manajemen artis kita sudah DITERTIBKAN secara organisasi
dan administrasinya. Mari kita lihat apakah kita sudah memiliki kontrak
tertulis antara manajemen dengan artis yang mengatur kerjasama profesional
ini? Apakah peran, hak & kewajiban masing-masing pihak sudah di jabarkan
secara rinci? Pemisahan fungsi manajemen sudah diberlakukan? Apakah antar
personel band kita sudah memiliki kontrak internal pula? Kalo semua
konsolidasi internal ini beres gue jamin masalah-masalah di atas nggak bakal
terulang lagi di masa depan. Oke, sementara begitu aja pandangan gue tentang isyu ini. Memang
tulisan ini nggak akan mengubah strategi major label untuk tidak membuka divisi manajemen artis di dalam perusahaan mereka, toh semuanya jadi
keputusan bisnis mereka juga. It’s their damn business afterall :) Lagipula
masih ada juga major label yang tidak memberlakukan strategi dagang ini
(paling tidak sementara ini), misalnya seperti Aquarius Musikindo, Universal Music Indonesia.   Yah, minimal kita bisa mencegah regenerasi kebodohan dan
berlanjutnya proses pembodohan seperti ini sekarang juga.   Gue sangat berterimakasih kalo ada teman-teman yang mau memforward
atau menyebarluaskan tulisan ini agar dibaca lebih banyak artis-artis
baru yang berniat mempertaruhkan masa depan dan karir mereka sebagai musisi.
Jangan biarkan mereka dirampok!   

Hope we could make real changes together.   

For better, not worst….

Polisi Di Pertengahan - Akhir Bulan.

Tuesday, November 20th, 2007

Daerah Gw Karanganyar Solo Jawa tengah, sebuah

kota

kecil dengan
Panorama Indah, halah malah cerita panorama. Anda semua pastinya sudah tak
asing lg dengan Budaya yg ada di Indonesia ini, ada istilah yg mengacu pada kelangsungan
hidup suatu individu, karena istilah itu menyangkut gaji ataupun uang bulanan,
istilah tersebut bernama “Tanggal Enom
& Tanggal Tuo atau bahasa
Indonesianya Tanggal muda & tanggal Tua” tanggal muda berarti antara awal bulan sampai pertengahan bulan, yg
berarti baru menerima gaji, Tanggal Tua adalah tanggal pertengahan bulan sampai
akhir bulan, nah disaat inilah yg paling dibenci kebanyakan Individu Indonesia
(terutama Budak-Budak Gajian, seperti Gw juga,..hehehehe) karena di tanggal ini
semua gaji telah terkuras habis n ga jarang harus pinjem sana-sini buat nerusin
hidup.

 

Nah hal yg kayak gini juga terjadi Pada Bapak Polisi
pelindung hukum tercinta, maaf-maaf aja nih ye kalo ada yg tersinggung, tapi
ini dah jadi rahasia Umum: Tiap Pertengahan Bulan – Akhir Bulan, atawa kita
sebut saja Tanggal Tua, maka Operasi Kendaraan Bermotor pasti lebih gencar
dilaksanakan. Sebagai contoh ya gw ambil dari Kota Gw Karanganyar Solo,
beberapa hari ini gencar banget operasi/Razia kendaraan bermotor. Tepatnya didaerah
selatan Taman Pancasila, gila nih razia tiap hari ada. Yg bikin gw agak gimana
gitu yah nih operasi aneh banget, soalnya yg diRazia tu dipilih-pilih, aturan
kalau memang tu Razia resmi yah semua diberhentikan dong, trus diperiksa
kelengkapan dll-nya. Nah ini yg ditangkep dipilih-pilih yg bakal kena Tilang
banyak, terutama sasaran empuknya anak-anak sekolahan. System kerjanya salah
satu Bapak Polisi menjadi pengawas, membawa Megaphone, trus dia yg milih-milih,
teriak deh pake Megaphone: “yah baju biru….Helm Kuning Tangkep…..Yg boncengin
ibu-ibu tangkep juga…” tu

kan

,
dipilihin…??

 

Yg pasti kejadian kayak gini banyak terjadi di Seantero
Indonesia, setiap akhir bulan terjadi Razia dari kepolisian, entah itu Resmi
atau Ide dari masing2 Individu petugas gw ga tau, yg jelas pasti Anda-Anda
semua dah ngerti dong kebenarannya, ini bukan Rahasia lagi. Penegak hukum kita
mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, lah gimana

Indonesia

mo
Maju…? Tapi sebenarnya memang bukan sepenuhnya salah Petugas mereka harus
melakukan kayak gitu. Penjual akan muncul jika ada konsumen, nah itu dia., kita
sebagai Pemakai Kendaraan Bermotor juga yg seringnya memancing Petugas, sebagian
besar pengendara yg kegep & ketangkep razia memilih menyerahkan sejumlah
uang kepada petugas daripada harus mengikuti sidang. Biar mereka ga repot-repot
harus ngikutin sidang, biar bisaPolisi
langsung cabuuuuttt….

 

Ketika Gw nulis inipun, operasi masih sering terjadi Di
Selatan Taman Pancasila Karanganyar Solo Jawa Tengah

Indonesia

. Banyak yg kena Tilang,
termasuk teman-teman gw sendiri. Oh, kapankah semua ini akan berakhir. Budaya
mencari penghasilan tambahan diakhir bulan dengan cara ngobyek mencari tilang
dijalan. Mending cari penghasilan tambahan seperti teman Gw, jual

tempe

goreng kek, bahkan ada
yg nyambi Tambal Ban. Dan marilah
kita mulai dari diri kita sendiri selaku pengguna keTilang
ndaraan bermotor:
Seandainya terkena Razia Lalu surat-surat Atau Kelengkapan Motor anda ga
komplit, pilihlah untuk mengikuti sidang. Jangan menyerahkan sejumlah uang kepada
petugas.

Stiker 50 Tahun Indonesia Merdeka Nyasar Di Gitar Nick Zinner Gitaris “Yeah Yeah Yeahs”

Saturday, November 17th, 2007

Sekedar buat yang belum tahu band yang
punya nama Yeah Yeah Yeahs, berikut gw kasi sedikit cerita tentang
mereka. Mereka terbentuk karena kepopuleran The Stroke dan beberapa
grup garage lainnya. Trio asal New York yang terdiri dari
sang vokalis, Karen O, gitarisnya Nicolas Zinner, dan drummer Brian
Chase. Awal terbentuknya sebenarnya adalah pas Karen O ketemu Chase
di Oberlin College yang ada di Ohio dan kebetulan juga ketemuan
bareng Zinner (lewat perkenalan dengan teman).

Setelah pindah
ke N.Y.U. Zinner dan Karen O ngebentuk band di tahun 2000 dan
ngerekrut Chase. Yeah Yeah Yeahs nulis beberapa lagu di latihan
mereka yang pertama dan tanpa diduga dalam waktu singkat mereka udah
manggung (jadi band pembuka tentunya) untuk grup-grup macam Strokes
dan White Stripes. Nggak kerasa jadi band pembuka ini berhasil
mengumpulkan beberapa penggemar setia dan juga promosi yang baik buat
penampilan mereka yang dibilang garage punk dengan gaya arty
and sexy
itu. Gw suka Yeah Yeah Yeahs karena mereka unik, cuma
bertiga tanpa bassist namun Sound bisa tertutupi dengan permainan
Gitar Nick Zinner yang Mumpuni. Lo bakal Nemuin Sound Blues, Punk, &
Metal di lagu2 mereka. Buat yg penasaran yah cari aja lagu mereka, gw
rekomendasikan Lo Dengerin Gold Lion, Cheated Heart, Maps, Y Control.

Ok, Enough for the story, sekarang
kembali ke bahasan gw, Pada tau ga kalo pada gitar Strato Jepang
milik Nick Zinner tertempel Stiker bertuliskan: 50 Tahun Indonesia
Merdeka. Koq bisa, mang Nick punya darah Indo apa? Hahahaha, ga sama
sekali. Doi asli kelahiran New York Amrik, Nick mengaku sengaja
menempelkan Stiker tersebut karena dia cinta mati dengan negara
Indonesia, dia mengagumi budayanya, alam, dan semua yg berbau
Indonesia. Bahkan saking cintanya Nick dengan Indonesia, doi sempet
Ngendon/tinggal di Yogyakarta selama 6 bulan untuk belajar Gamelan
disana. Niat banget yah?

Ini yg bikin gw rada malu, lha gw ja
maybe ga kan sebegitunya. Stiker yg tertempel di Gitar Gw stiker
Nirvana, Silverchair. Kagak ada stiker Indonesia Merdeka. Jadi patut
dipertanyakan Nasionalisme gw. Maybe Lo semua juga patut
dipertanyakan, hehehehe….orang Amrik macam Nick cinta mati ma
negeri kita ini, sementara kita sendiri selalu merasa bangga sok
kebarat-baratan.

Mau Jadi Pegawai Neger Tapi ga Bisa Internet.

Friday, November 16th, 2007

Wah, pembukaan lagi tuk jadi pegawai
negeri sipil. Kali ini datangnya dari departemen kesehatan. Ga jelas
deh gw berapa formasi yang ada, yg jelas seperti peristiwa
dahulu-dahulu: tiap ada penerimaan CPNS pasti berbondong-bondong
peminatnya. Seolah-olah jadi pegawai negeri tu punya masa depan yang
amat cerah, dan bisa jadi penghidupan….yeah…yeah…yeah….

Tapi sekarang gw bukan mau ngebahas
tentang masa depannya jadi pegawai negeri, yg mo gw bahas tu sistem
baru yang diterapkan dalam penerimaan CPNS Depkes 2007, yaitu Sistem
Registrasi Online Via Website. Gw baru ja dapet laporan gitu dari
temen gw nyang kerja di Warnet: “Sialan Bro, gw apes banget 3 hari
ini, dimintain bantuan terus ma orang2 yang mo jadi PNS tu, pada mo
daftar jadi pegawai negeri. Lha kebanyakan dari mereka pada ga ngerti
internet secuilpun. Jadi ya minta tolong deh ma gw selaku
operatornya, gw ga masalahin minta bantuannya bro, tapi
buaannyyaaaakknya itu. Sehari bisa puluhan orang minta didaftarin,
mana Website depkes kagak bisa diakses lagi saking overload
pengunjung. Sebel gw jadinya…”

Itu adalah pengakuan temen gw yang
jadi operator warnet. Menyikapi hal itu sebenarnya pemerintah siap ga
sih buat bikin registrasi Online? Yah kalo siap mungkin bisa dengan
persiapan yang lebih baik lagi, Server situs diperkuat misalnya. Biar
kalo di akses se-nusantara bareng kagak overloaded, trus keluar deh
tulisan Error, the server may down…lha negara kaya raya begini koq
bikin situs aja kagak bener? Dananya kurang banyak ya? Apa dananya
banyak tapi dikorupsi?

Lagian kalo menurut gw terlalu maksa
juga sebenarnya bikin pendaftaran CPNS pake sistem Registrasi Online.
Secara kebanyakan para pendaftar tu kebanyakan belum mengerti apa itu
Internet, gimana cara buka internet. Trus gimana yah, mereka taunya
Internet tu ajang cari pacar anak-anak muda jaman sekarang (ga semua
gini sih, tapi gw bilang kebanyakan) akhirnya para operator-operator
warnet yang jadi korban (ceileehh jadi korban) mereka dipaksa mau ga
mau bantuin para pendaftar ini buat registrasi Online. Oh ya,
celakanya nih situs hanya membolehkan pendaftar mengisikan data-data
dirinya sekali, jadi seandainya ada kesalahan pemasukan data ga bisa
diedit lagi, n dianggap Dikualifikasi. Wah belum apa-apa tu, baru
daftar dah Dis….kasian…

Yeah, jadi pelajaran deh, kalo bikin
Registrasi Online liat masyarakat kita dulu donk, pada bisa dan tau
Internet itu apa blom..?? jangan cuma cari enaknya doank….

Sekilas Tentang Pearljam: Jeremy.

Thursday, November 15th, 2007

Tentang Alienisasi, kesepian,
pemberontakan, bunuh diri, kekerasan. Lagu ini terinspirasi oleh
cerita tragis Jeremy Wade Delle. Pada 8 January 1991, Jeremy Wade
Delle, siswa Richardson High School Negara Bagian Dallas, terlambat
mengikuti Periode Kedua kelas Inggris. Masalah Jeremy tersebut
dikirim kebagian kantor Administrasi sehingga Jeremy tidak boleh
mengikuti sekolah. Namun Jeremy kembali dengan Magnum 357. Ia hanya
berbicara Sebuah Kalimat pendek dengan suara pelan “Miss, I Got
what I really went for”-dan kemudian, Teman-teman sekelasnya
menyaksikan adegan mengerikan, saat Jeremy meletakkan Pistol tersebut
kedalam mulutnya dan menarik pelatuknya.

Membicarakan tentang Jeremy, Vedder
menjelaskan “Aku Melihat Paragraf kecil didalam sebuah Koran
tentang nama seorang anak, nama pertamanya Jeremy. Dia menembak
dirinya sendiri didepan Kelas Pelajaran Inggris, lalu Aku Menulis,
Aku bermaksud untuk menulis lagu malam itu, aku pikir Aku
Menduga-duga apa yang terjadi? Aku menduga-duga mengapa dia
melakukannya..” Vedder menjelaskan ada sumber lain yang menjadi
inspirasi baginya untuk menulis lagu Jeremy. “Aku mengetahui
sesorang di Smu, di San Diego, California,  Dia Melakukan hal yang
sama, hanya saja, tidak mengakhiri hidupnya tapi menembaki ruang
Oceanography…Jadi Lagu ini sedikit bercerita tentang seorang anak
yang bernama Jeremy dan juga sedikit bercerita tentang seorang anak
Bernama Brian. Tentang hal-hal yang Kuketahui dan tak Kuketahui…Aku
selalu berpikir tentang Jeremy saat aku menyanyikan lagu itu..”

Pada Tahun 1993 di Rockline Interview
Vedder menjelaskan lagu & Video Jeremy menunjukkan Kekerasan yang
terjadi pada generasi Muda. “Beberapa Anak Melakukannya. Aku tidak
merekayasanya dalam lagu itu, karena semua adalah Fakta. Semua datang
dari sebuah paragraf kecil di Koran yang berarti Kau membunuh Dirimu
sendiri dan Kau membuat Pengorbanan yang amat besar dan mencoba
mendapatkan balas dendammu. Padahal semua hanya akan berakhir di
sebuah paragraf kecil disebuah koran..dunia akan terus berjalan
sementara hidupmu berakhir. Balas Dendam terbaik bukanlah dengan cara
mengakhiri hidup, tapi dengan cara melanjutkan hidup dan membuktikan
dirimu sendiri. Menjadi lebih Kuat dari orang lain. Dan kemudian Kau
akan kembali jadi seorang yang lebih baik….”

*ArisDeGrungiesCat

Kerjaan Anggota DPRD Sekarang.

Tuesday, November 13th, 2007

Ada-ada aja ya kelakuan para anggota dewan yang terhormat. Beberapa hari yang lalu (hari tepatnya lupa), saya lagi iseng-iseng mindahin channel tv karena nggak ada yang bagus. Pas kebetulan di Global TV ada tayangan reality show. Awalnya nggak ngeh karena saya termasuk yang kurang suka reality show, tapi habis itu saya lihat muka-muka familiar yang pernah saya temui waktu liputan dulu. Ternyata itu mukanya anggota DPRD DKI. Dalam hati saya mikir, ini orang lagi ngapain ya di reality show. Masa iya mereka ikut acara Katakan Cinta atau Harap-harap Cemas  (yang ini saya tau, karena pernah nonton dahulu kala).
Jadilah saya nonton karena tertarik dan ternyata belakangnya lebih tertarik karena… nggak mutu hahahahaha

Settingannya di ruang biliar di sebuah mall di Jakarta. Anak-anak SMA berseragam di jam sekolah bukannya belajar malah pada nangkring di tempat biliar. Terus datenglah seorang cewek yang memprovokasi mereka. Intinya dia bilang, kalian anak sekolah bukannya di kelas dan belajar malah nangkring di tempat biliar. Heboh lah tuh tempat biliar gara-gara pada berantem antara si mbak dengan anak-anak SMA. Sempat dilerai sama manajer yang belakangan ikut marah sama si mbak provokator.
Nah adegan ini nih yang lucu..
eng ing eng..
Tiba-tiba datenglah dua orang bapak2 yang aku yakin anak2 SMA ini dan manajer tempat biliar nggak tau kalau mereka anggota DPRD DKI, ditambah kameramen yang sedari tadi ngumpet sama 3 satpam berbadan guede
Liat ini, sontak si anak-anak SMA itu kabur yang segera diuber sama si satpam dan ditangkepin.
Pas udah ketangkep (ada juga sih yang berhasil lolos), si bapak ini mengenalkan diri sebagai anggota DPRD yang lagi sidak karena katanya banyak anak sekolah yang sering nangkring di tempat biliar. halah…
Terus mereka nasehatin anak-anak SMA itu (yang masih berusaha kabur juga dan dikejar lagi sama si satpam) supaya nggak bolos melulu. Di tengah2 itu, dua anak SMA yang laki2 malah berantem saling nyalahin karena malah ngajakin ke biliar, sementara yang perempuan sibuk nangis supaya nggak dibawa ke kantor polisi dan nggak dilaporin sama ibunya, sementara si anggota dewan sibuk nasehatin sambil liat kamera.
hahahaha… bener2 percuma
maksud saya, dalam kondisi seperti itu nasehat nggak bakal didenger. lha wong anak2 itu pada panik. palingan mereka mikir "apes banget ya gue".. soal bolos lagi, yah meneketehe..

kenapa saya iseng nulis soal ini karena saya mikir, dengan biaya gede untuk bikin tayangan seperti ini,  apakah biayanya berbanding lurus dengan tujuan akhirnya?? apa nggak hanya sekedar pamer sama masyarakat bahwa ini nih kerjaan dewan, nangkepin anak yang lagi bolos di tempat biliar.
apa nggak ada cara lain yang lebih efektif, lebih murah dalam pamer ke masyarakat bahwa anggota dewan juga ada kerjaannya?

mungkin saya sinis, antipati, atau mungkin sebagian menganggap saya suuzhon dengan menyebut anggota dewan cuma pamer. tapi masalahnya menurut saya masih banyak persoalan2 besar lainnya yang harus diurus oleh anggota dewan yang terhormat daripada sekedar nangkepin anak yang bolos.

yah pada akhirnya, saya sih nyengir aja liat tayangannya. nyengir sambil berharap anak-anak itu kapok bolos, dan bikin anak-anak lainnya juga kapok bolos lagi. setuju???

Tabrak Lari: Scene Favorit Sinetron-Sinetron Kita Sekarang

Tuesday, November 13th, 2007

Lo mua masih suka nonton sinetron Negeri kita? kalau masih pastinya
mulai hafal dengan adegan-adegannya, karena semuanya kebanyakan nyaris
stagnan. sama saja ga ada beda. setelah kemaren dulu gw dikejutkan
dengan menjamurnya cerita hamil diluar nikah di sinetron kita, sekarang
gw dikejutkan ma satu Scence lagi: tabrak lari….

    Lah, koq
tabrak lari napa Bro..??? ya iyalah, soalnya di Sinetron-Sinetron tu
sekarang lagi musim adegan dimana sang tokoh baik-baik dijorokin ma
tokoh jahat-jahat trus jatuh di jalan, akhirnya ada kendaraan entah itu
mobil atau kalo ga motor lewat. lalu lalu gimana kelanjutannya? yah
kelanjutannya tokoh baik-baik teriak..AAAACCCHHHHHH…. trus ketabrak
deh.

kenapa kayak gini perlu dibahas? penting yah? bisa dibilang
penting bisa dibilang ga, soalnya kalo dipikir-pikir, tu adegan jadi ga
jelas n ga realistis banget, secara tiap adegan yang gw liat pasti ga
masuk nalar. jarak antara motor/mobil dan tokoh utama masih jauh
banget, kalo mo lari juga masih bisa, eh malah teriak
AAAACHHHHHH…nunggu ditabrak, apa ini ga ngajarin bunuh diri namanya?

         
yang lebih parah lagi n gw mo bahas sebenarnya efek satunya lagi,
ngajarin gimana caranya tabrak lari. kebanyakan dari yang gw liat.
pasti setelah motor/mobilnya nabrak trus pada lari deh gak tanggung
jawab….

        yah, pendidikan tabrak lari disiarkan nasional
di stasiun Tv, dan edannya tu pendidikan jadi acara favorit masyarakat
kita……

Nabi Palsu & Aliran Sesat Dari Agama Kristen.

Friday, November 9th, 2007

Pada Tahun
2003 umat Kristen Indonesia di kejutkan dengan munculnya sebuah sekte
yang dipimpin oleh pendeta Mangapin Sibuea nama sektenya adalah "SEKTE
GEREJA KIAMAT", dalam wawancaranya yang dimuat majalah Tempo
(23/11,2003) , menjawab pertanyaan kapan kiamat akan terjadi ?, pendeta
Mangapin Sibuea mengatakan bahwa :

Kiamat dalam artian semua manusia musnah itu akan terjadi 10 Mei 2007

Namun
hingga Oktober 2007 hal tersebut tidak terbukti. Nabi baru tetap
bermunculan dengan ajaran baru menurut ‘modifikasi’ mereka, artinya
mereka membuat suatu persepsi lalu kemudian ‘memperkosa’ kitab suci
dengan mengutip isinya yang dianggap mendukung argumen mereka, lalu
mereka menyebutnya ajaran. Tidak ada yang benar-benar baru dari mereka,
ajaran-ajaran mereka rata-rata megadopsi sebagian besar dari
kitab-kitab suci agama besar yang sudah ada.

Diluar negeri, beberapa peristiwa nabi palsu dari Umat Kristen atau sekte sesat yang patut dicatat adalah :

"The Restoration of Ten Commandments (Pemulihan Sepuluh Perintah Tuhan)" di
Uganda,
pimpinannya pendeta Joseph Kibweteere mengunci semua jemaat beserta
kapal suci (Gereja berbentuk Kapal), api lalu dinyalakan, dan berkobar
cepat melahap jemaat beserta kapal suci itu. Sekitar 530 tengkorak
ditemukan diantara reruntuhan gereja. Mereka adalah jemaat "The
Restoration of Ten Commandments (Pemulihan Sepuluh Perintah Tuhan)".
Sekte ini juga menganggap kiamat akan tiba pada 31 Desember 1999.

Anggota
sekte People’s temple (Kuil Rakyat) pimpinan Jim Warren Jones (Jim
Jones) meminum jus anggur yang telah dicampur racun. Ini terjadi di
Jonestown, Guyana 39 tahun lalu. Sebanyak 912 mayat bergelatakan di
sebuah kamp yang dibangun ditengah hutan di kawasan Amerika Selatan
itu. Pemimpin Gereja Disciples of Christ itu mengajarkan mati bersama
adalah keindahan, karena mereka akan dibawa ke alam lain yang begitu
indah. Mereka Percaya Kiamat telah begitu dekat.

Sekte Sons Of
God yang dipimpin David Koresh, pada empat belas tahun yang lalu
mengalami Armageddon (pertempuran dahsyat pamungkas). Vernon Howell
(Koresh) membawa 80 pengikutnya untuk bertahan di kamp yang dia sebut
"Ranch Apocalypse" di waco, Texas. Koresh berkeyakinan bahwa Armageddon
akan berlangsung di Texas.
Mereka mempersiapkan senjata untuk menghadapinya. Menganggap hal itu
melanggar hukum, pemerintah menyuruh mereka menyerah, setalh dikepung
beberapa minggu, koresh membakar diri dan pengikutnya.

Pengikut
The Order of Solar Temple (Kuil tata Surya) yang terdiri dari 53 warga
Swiss dan Kanada beserta pimpinan mereka Luc Jouret membakar diri. Dia
Juga Yakin kiamat akan tiba.

Sekte Aum Shinrikyo
(Sekte Kebenaran Tertinggi di Jepang), yang dipimpin Shoko Asahara.
Dalam bukunya "Disaster Approaches the Land of the Rising Sun" Asahara
menyatakan bahwa Kiamat akan datang lewat gas awan dari Amerika. Semua
Manusia akan musnah kecuali pengikut Aum. Asahara menyuruh pengikutnya
untuk menimbun senjata kimia. Oleh pengikutnya senjata kimia tersebut
dipakai untuk menyerang jaringan kereta api bawah tanah di Tokyo. Setidaknya 12 Orang tewas dan lebih dari 5.000 lainnya sakit.

Sekte Heaven’s Gate
sepuluh tahun yang lalu juga menggemparkan dunia dengan 39 orang
pengikutnya tewas bertebaran didalam sebuah bangunan. Hampir semua
mayat ditemukan dengan balutan kain warna ungu di kepala dan pundak
mereka. Mereka tewas akibat sesak napas. Ternyata mereka dibunuh atau
bunuh diri dengan kepala dibekap plastik setelah sebelumnya meminum
ramuan fenobarbital dan alkohol. Mereka termakan rayuan Marshall Herf
Applewhite, yang mengaku dirinya dulu adalah Yesus. Mereka menunggu
munculnya UFO, yang diyakini akan menjadi kiamatnya kehidupan bumi.

Monte Kim Miller pemimpin sekte Concerned Christians, beserta sekitar 50 anggotanya meninggalkan
Denver, Colorado
.
Mereka menjual seluruh harta benda seperti rumah, tanah atau
barang-barang lain, mereka menuju Yerusalem. Menurut Miller, mereka
akan mati disana pada Desember 1999 dan akan diangkat ke langit tiga
hari sesudahnya.

Semua ajaran sesat, baik yang ditanah air
maupun diluar negeri selalu memanfaatkan celah dari kondisi dan situasi
masyarakat yang mengalami tekanan hidup, bimbang, dan pengetahuan
tentang agamanya tidak memadai. Ajaran sesat dan nabi palsu akan terus
bermunculan selama himpitan hidup semakin berat dan menuju surga
dianggap sebagai jalan keluarnya.

LocalHeroes Vs SuperHeroes: Catatan Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan.

Thursday, November 8th, 2007

Siapa Diantara Lo semua terutama
Generasi Mudanya (termasuk gw tentunya) yang kenal akkrab dengan Cut
Nyak Dien? Atawa Panglima Soedirman, kalau ga Panglima diponegoro,
Cut Meutia, Samber Nyowo, Dll, Dst, Dsb…???

apa? Pada gak kenal yak? Gw rubah
pertanyaan gw, pada kenal Spiderman? Superman, Batman, X-men, Hulk?
WonderWoman? Kagak usah dijawab dah, karena gw dah tau jawabannya: at
Least pasti Kalian smua kenal salah satu dari Superheroes yg gw sebut
td. Lo semua kenal Siapa Spiderman luar dalem, dari nama Asli
Spiderman, siapa pacarnya, Kenapa Parker jadi Manusia Bala-Bala, eh
Laba-Laba, dll.

Tapi apa Lo Semua Tau Pahlawan Lokal
Kita Sebaik Kalian Kenal SuperHeroes Impor?

Padahal kalau dipikir-pikir jasa Local
Heroes lebih besar daripada para Superheroes Impor itu, coba Lo semua
pikir, seandainya para Superheroes local kita ga berjuang merebut
kemerdekaan, apa bisa kita bebas kayak gini, Bahkan Lo ga kan bisa
baca Tulisan gw ini karena Warga Pribumi dilarang akses Internet,
kita kan jadi negara jajahan. Buat yg suka musik ga boleh main musik,
yang suka baca ga boleh baca soalnya kalau baca jadi pinter, kalau
pinter susah dijajah. Kita ga kan free kayak gini deh tanpa
perjuangan mereka. Lah apa jasa Superheroes impor? Apa Spiderman ikut
ngejaring kompeni pake jaring laba-labanya? Wolverine mencabik-cabik
Tank Inggris pake Cakar Mautnya? Kagak kan yah? Tapi koq kita
mencintai mereka melebihi pahlawan-pahlawan kita yg sudah
mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan yang ga mereka rasakan.

Yeah, maybe gw terlalu Sotoy dan bisa
juga dibilang munafik. Pasalnya gw bilang kayak gini tapi gw sendiri
juga kurang mengenal Pahlawan-pahlawan kita, tapi gw cuma mo ngajak
Lo semua, mari menundukkan kepala sejenak, Take Respect For Our Local
Heroes. Mengenang jasa-jasa mereka….

dalam Rangka menghormati hari pahlawan,
ga perlu mahal-mahal, cukup 2 menit mengheningkan Cipta….