Mahalnya Biaya Kesehatan Negeri Kita Tercinta Membunuh Bapak Temanku….
Tuesday, March 25th, 2008Dua hal yg masih jadi barang mahal di negeri ini.
pendidikan salah satunya. yg satu lagi adalah pelayanan kesehatan.
pendidikan entah kenapa akan tetap menjadi barang mahal. sementara itu
pelayanan kesehatan seperti layaknya sebuah vonis mati bagi pesakitan.
kenapa demikian? karena kita harusnya berobat untuk menyembuhkan sakit.
tapi dengan biaya pelayanan kesehatan Indonesia yang mahalnya bukan
main, jsutru serasa seperti mendatangkan penyakit baru.
ok Gw ceritain 2 hal yg benar2 sepertinya mewakili kenyataan bahwa
pelayanan kesehatan negeri ini masih begitu mahal. yg pertama cerita
mengenai BUlik Gw yg terkena kanker otak dan harus menjalani
serangkaian operasi. sakit itu dah lama ngendon di tubuh bulik, tapi ga
pernah disadari. pas dah sampai stadium akhir baru ketahuan. dokter
mendaulat harus operasi beberapa kali. biaya satu kali operasi = 50
juta.
gila….50 juta…??? 50 yuta….??? nol nya banyak. dan harus operasi
beberapa kali. tentu seluruh keluarga besar mendengar berita ini bukan
seperti mendengar kabar akan kesembuhan bulik. tapi rasa2nya seperti
ada penyakit baru yg menyerang seluruh anggota keluarga. well, bagi
kalangan konglomerat 50 juta hanya berasa seperti 50 ribu. but, buat
keluarga besar kami yg notabene termasuk dalam golongan menengah agak
kebawah sedikit. itu duit yg lumayan banyak. 50 juta itu bagi penduduk
Karanganyar pedalaman seperti di desa Gw adalah jumlah yg amat banyak.
tapi keluarga kami takut Allah akan menagih di Akhirat nanti. menagih
Ikhtiar kami yg dianggap kurang, jadi mau ga mau usaha harus tetap ada.
so seluruh keluarga besar berkumpul bermusyawarah bagaimana caranya
mendapatkan uang 50 juta secepatnya. entah hutangan, pinjem sana sini,
jual ini itu. atau apalah…demi sebuah nyawa.
cerita kedua mengenai mahalnya pelayanan kesehatan di negeri ini.
bahkan 1 nyawa tak tertolong karenanya. 1 jam sebelum Gw nulis cerita
ini, Gw dapet kabar bahwa Pak Iskandar. bapak temen Gw akhirnya
meninggal Dunia. dan pukul 2 siang nanti Gw akan melayat kesana.
akhirnya Pak Iskandar harus menyerah pada sakit liver yg dideritanya
karena ga mampu berobat lebih intensif di rumah sakit. beberapa hari
yang lalu pak ISkandar sempat dibawa kerumah sakit. sebuah rumah sakit
yg sama dimana Bulik Gw dirawat. sebuah rumah sakit besar di kota Solo.
kasusnya sama dengan Bulik. Pak Iskandar didaulat Dokter harus
menjalani operasi dengan biaya yg ruar biasa. dan keluarga merteka yg
termasuk golongan ga begitu mampu ga bisa berbuat apa2. pak iskandar
terpaksa harus dipulangkan setelah beberapa hari menginap disana.
dibawa pulang kerumah tanpa adanya perawatan intensif. dan akhirnya
harus meninggal pagi tadi. Inallilahi wa Inallilahi Roji’un….
ternyata di negeri yg katanya Gemah Ripah Loh Jinawi ini. biaya untuk
pelayanan kesehatan masih begitu mahalnya. ternyata nyawa beberapa
orang ditentukan oleh jumlah nol yg disebutkan oleh dokter. ternyata
untuk menyelamatkan sebuah nyawa memang harus dibayar dengan harga yang
tinggi…
ketika sebuah Ikhtiar untuk berusaha mencari pengobatan terbentur biaya
yg sangat mahal. apakah yang harusnya dilakukan? menyerah kepada takdir
dan pulang kerumah sampai akhirnya meninggal seperti pak Iskandar?
ataukah melakukan segala cara walau harus bertumpuk hutang dan menjual
segala barang yg bisa dijual seperti langkah yg dilakukan Keluraga
besar Gw untuk bisa membiayai operasi Bulik?
Apa yg harus dilakukan…?? Apa…??