Himbauan Buat yang (Ngaku) Suka Grunge….!!!!
Tuesday, August 12th, 2008Buat semua aja yang suka Grunge. C’mon….??? sampai kapan kita jadi begini? Rasanya sulit bagi genre yang besar di tahun 90-an ini untuk kembali jadi maju dengan segala tingkah kita.
Kita mengaku suka Grunge, TAPI MASIH BERFILOSOFI PICIK mengatakan Grunge itu Nirvana, yang penting teriak2, fals, berheadbanging seraya membanting gitar yang nyata2 bukan milik sendiri.
Kita berusaha membuat gigs grunge sebanyak mungkin (walau pada kenyataannya selalu mengecewakan) obrolan Saya dengan Rosi mengatakan: Kita sedang mempertaruhkan kredibilitas kita di pinggir jalan. Kurt Cobain, Layne Staley, Eddie Vedder, Cornell memang mabok, tapi berkarya nyata. Membuat perubahan, ga Cuma teriak2 fals. Dan kita tunjukkan pada masyarakat luas: Oh grunge itu gini toh, lalu apa bedanya mereka dengan preman pasar?
Scene kita selalu berkoar memajukan Grunge negeri tapi timpang dalam berusaha. Kalo boleh jujur sebenarnya kita bukan sedang memperjuangkan kemajuan Grunge Negeri, tapi memajukan komunitas sendiri2, tanpa memikirkan nasib grunge secara meluas. Coba kita seperti Metal atau Punk. KOMPAK, dan kenyataannya dengan kekompakan mereka bisa maju beberapa langkah di depan kita. Mau bukti? Seorang penyuka Kangen Band sekalipun masih bisa hadir di konser Metal dengan alasan: boleh juga lumayan keras nih bagus. Tapi apa mereka mau hadir ke gigs Grunge? (beberapa hadir dengan asumsi yang penting mabok gratis atau patungan dengan teman2)
Kita butuh sesuatu yang lebih baik dari sekedar teriak2. kita butuh band pendobrak tradisi yang mau keluar dari kungkungan Komunitas dan melanglang buana ke dunia luar. (Navicula & Cupumanik sudah dengan masuk Major label, mengenalkan Genre ini ke masyarakat luas. Who’s next….???) kita butuh duta besar yang berani seperti Steven & The Coconut Trees menyebarkan Reggae.
Entah berapa gigs kita buat di negeri ini. Tapi silakan berkaca sendiri, ingat2 lagi seluruh gigs itu. Sepi enggak? Rame yah? Ada beberapa yang rame tapi kebanyakan sepi, event2 yang kita buat hanyalah jadi pelarian karena kita dikucilkan di Dunia musik luar. Ajang senang2 kalangan sendiri yang nonton ya kita2 sendiri.
Ayolah sudah saatnya kita bersatu lebih besar…lupakan pengkotakan komunitas. Lupakan sisi barat, timur, utara, selatan. Lupakan batas teritori Jakarta, Bekasi, Bandung, Solo, Mojokerto, Sidoarjo, Bali atau manapun juga. Kenapa tidak kita jadikan satu saja? “Indonesian Grunge Society” “Komunitas Grunge Indonesia” “Persatuan Pemuda Pemudi Grunge Indonesia” apalah. lupakan egoisme & Arogansi memajukan komunitas sendiri, dengan bersatu kita akan membuat sebuah kelompok yang lebih besar, sehingga bisa mendapatkan sumber daya manusia yang lebih banyak. Membuat perencanaan yang lebih matang dalam membuat gigs. Syukur2 kalo bisa nyari sponsor sehingga biaya gigs bisa ditekan. Jadi ga perlu dibebankan kepada band yang main. Jadi ga bejibun band yang main yang membuat waktu acara menjadi sangat panjaaaangggg dan membosankan.
Ah sudahlah. Semuanya kembali ke kita2 ini. Beberapa yang menanggap diri pintar harusnya berkontemplasi panjang tentang omongan ini. Berkacalah. Sebarapa maju( atau mundur) sebenarnya Genre yang kita banggakan ini? Dan Saya tahu beberapa Orang pasti akan segera menulis komentar ke Saya dengan nada marah: Sok tahu Lo. Lo Sendiri udah berbuat apa demi kemajuan Grunge?
Well, inilah sementara yang bisa Saya lakukan, mengajak kalian semua bersatu. Percayalah untuk bisa membawa Grunge diterima di Peta musik negeri, kita harus melakukan sesuatu yang lebih baik. Ga terbatas dengan membuat banyak Gigs tapi tanpa perencanaan yang matang, sehingga yang main 100 band dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam.
Wake Up. Mari bersatu Grungies Indonesia
(Ok penerimaan komentar dimulai dari sekarang, entah bagi yang belum tersadarkan dan hendak marah2. atau buat yang mau mendukung)
REGARDS
-Aris Setyawan-