Posts Tagged ‘indonesia’

Kekuatan Sugesti

Friday, March 13th, 2009

Sugesti mempunyai kekuatan yang luar biasa, tak terbayangkan, bahkan bisa menggerakkan ribuan orang untuk melakukan suatu hal yang diluar nalar serta Absurd. Kita ambil saja contoh kasus Dukun cilik Ponari di Jombang Jawa Timur. Apa benar batu ajaibnya bisa menyembuhkan penyakit? Lalu kenapa ribuan orang percaya? Kalau batu Ponari tidak bisa menyembuhkan penyakit lalu kenapa beribu orang masih berduyun-duyun mengantri dirumahnya berhapa kesembuhan? Padahal secara medis tentu saja pengobatan ala Ponari ini sangat tidak masuk di akal. Sementara dari segi agama penyembuhan ini secara tidak langsung mulai mendekati Musyrik. Walau kebanyakan pasiennya ngaku tidak percaya kalau batu itu yang menyembuhkan mereka tapi Yang Diatas yang menyembuhkan, batu Ponari hanya perantara. Ah dalam hati kecil mereka pasti tetap percaya batu itulah Sang penyembuh. Sugesti tebakan yang bisa Saya katakan, Sugesti memberikan Kita perasaan bahwa (atau memanipulasi realita sebenarnya?) sakit yang kita rasakan hilang, seolah para pasien Ponari setelah meminum air celupan Batu Ponari benar-benar hilang sakitnya walau sesungguhnya (Kita Anggap Saja) batu itu tidak manjur mengobati penyakit. Lalu yang jadi pertanyaan lagi adalah: kalau Sugesti secara kebetulan merasa penyakitnya sembuh Cuma dirasakan satu dua orang sih wajar-wajar saja. Tapi dalam kasus Ponari ini yang ter-sugesti itu puluhan ribu orang, aneh rasanya Kita bayangkan bahwa beribu orang ini secara kebetulan merasa sembuh dan baik-baik saja setelah minum air yang tidak manjur. Apa mungkin beberapa dari mereka melihat orang lain sehat, lalu malu mengakui bahwa sebenarnya setelah minum air ponari mereka tetap sakit jadi mereka berbohong dan bilang Saya Sembuh?

Ada cerita tentang Sugesti dari luar negeri. Konon beberapa orang di Suatu  Hutan di daerah di Satu Negara (maaf Saya sendiri lupa baca dimana cerita ini, jadi ya lupa secara pasti setting dan kronologis cerita ini) beramai-ramai memakan Jamur yang sebenarnya tidak berbahaya. Tapi ada seseorang yang mengatakan bahwa Jamur itu beracun dan racunnya bisa membunuh dengan cepat. Beberapa Jam kemudian salah satu orang tersebut mengaku merasa pusing dan mual-mual, yang satu lagi bilang tangan dan kakinya terasa dingin dan kaku. Yang lain mulai bilang badannya terasa aneh. Padahal Jamur itu tidak beracun tak berbahaya. Sugesti membuat mereka beranggapan Jamur itu beracun, mereka ciptakan ilusi yang mereka citrakan sesuai keadaan ketika mereka keracunan.

Dulu Saya sangat benci rokok. Bagi Saya merokok hanya untuk orang yang kurang kerjaan dan kebingungan bagaimana cara mendistraksi waktu agar cepat berlalu. Tapi belakangan Saya sedang mencoba merokok, Saya ingin tahu apa Sih yang dirasakan orang ketika merokok. Kenapa beberapa yang sudah kecanduan Akut sampai melakukan apa Saja agar bisa menghisap Batang Nikotin itu. Efek apa yang ditimbulkannya. Saya mulai merokok ganti-ganti merk mulai dari merk Luar Negeri sampai Produksi lokal. Rasanya tidak enak bagi Saya, pahit, bikin batuk dll. Taoi lama kelamaan Saya menikmatinya entah kenapa. Apalagi ketika sedang stress atau pusing banyak masalah. Semua masalah itu terasa hilang ketika menghisap sebatang rokok. Akhirnya Saya tahu kini kenapa banyak orang tergila-gila pada rokok. Dengan merokok menimbulkan Sugesti bahwa sang perokok merasa sangat baik-baik saja dan bersemangat. Sugesti bahwa semua stress nya hilang setelah merokok. Bahkan Sugesti bahwa dengan merokok didepan umum Ia merasa sangat jantan dan keren (Jantan? Bukankan Merokok menimbulkan Impotensi?) Akhirnya Saya sekarang ya merokok tapi jarang-jarang. Beli Sebungkus untuk seminggu. Saya Cuma takut keterusan menganggap Rokok adalah penyelamat dari kesepian.

Kekuatan Sugesti ternyata sangat menakjubkan yah? Bisa membuat banyak orang melakukan tindakan-tindakan yang Absurd dan diluar nalar. Saya juga berharap Semoga tulisan ini membuat Sebuah Sugesti bagi Anda sehingga Anda semua beranggapan bahwa Penulis Artikel ini (Dalam Tanda Kutip “Saya”) adalah orang yang keren……

^_^

-Aris Setyawan-

Bekasi 07-03-2009

Cerita Tentang Homicide “Tha Nekrophone Dayz”

Wednesday, March 4th, 2009

Photobucket

WARNING: Cerita atau review ini sepenuhnya Subyektif sesuai dengan perasaan Saya yang saat menulis Cerita ini sedang tergila-gila mendengarkan Tha Nekrophone Dayz nya Homicide. Jadi buat yang enggak suka sama mereka, menganggap Homicide itu Komunis, Atheis, Agnostik, atau apalah. Lebih baik berhentilah membaca sampai disini. Karena cerita ini adalah sebuah tanda salut dan respect Saya untuk Group asal Bandung ini.

Yah, belakangan Saya tengah tergila-gila dengan group Hiphop asal Bandung ini. Sebuah Group Hiphop? Kenapa Saya bisa Suka dengan group hiphop ini, padahal dari Dulu Saya bersumpah Sangat enggak Suka dengan Aliran ini, Saya Anggap Hiphop itu hanya sebuah Aliran berengsek-berengsek yang kebanyakan duit lalu menghamburkannya dengan membeli bling-bling sebanyak mungkin, memodifikasi shockbreaker mobil hingga bisa melompat seraya hendak terbang, bernyanyi (atau hanya mengoceh…???) membacot cepat dengan lirik tentang gangster atau kehidupan Niggaz atau narkoba atau memble, atau So What Gitu Loh….??? Itulah Opini Saya tentang Hiphop Dulu. Saya Anggap hiphop Hanyalah musik untuk orang-orang yang kurang kerjaan atau kebanyakan duit dan hendak memvisualisasikan bahwa mereka berbeda dengan orang-orang lain yang miskin.

Tapi opini Saya tentang Hiphop berubah setelah tahu Homicide. Sebuah Anomali yang lebih Aneh dari musik yang mereka bawakan. Hiphop sejenis Public Enemy atau the Last Poet sebagai Influence mereka, Political Rap yang ngomongin politik secara Sadis. 8-Ball Cuma berani teriak-teriak Ngajak ngentot Kangen Band tapi lempar batu sembunyi tangan. The Law apalagi Cuma berani ngumpatin band-band se Indonesia tapi enggak berani Berkonfrontasi secara langsung. Tapi Homicide berbeda, mereka berani menuduh Sana sini tapi dengan kecerdasan, dan mereka berani menampakkan diri secara langsung. Lalu apa yang membuat Saya langsung Suka dengan group ini? Mereka bisa Saya bilang group Hiphop terbaik Negeri ini, mereka tidak bicara tentang memble, atau bling bling, atau So What Gitu loh, atau Ngentot, atau tipikal lirik-lirik band Hiphop Kacangan. Mereka lebih suka bicara neoliberalisme dan bahayanya untuk negeri ini, tentang kapitalisme busuk korporasi multinasional yang menjadikan Negara kita ini sebagai lubang senggama. Tentang bagaimana busuknya pemerintahan negeri, atau tentang para Fasis yang bertopeng Agama dan Konstitusi yang dengan seenaknya membacok leher orang. Mungkin tema yang mereka bawakan akan terlalu berat buat beberapa orang, tapi amat menyenangkan.

Homicide sebenarnya sudah lama berdiri, mereka adalah legenda hidup hiphop Indonesia, namun mereka sangat miskin rilisan. Dari awal Homicide berdiri sampai memutuskan bubar beberapa waktu lalu, Lagu-lagu mereka berserakan sebagai EP atau Single. Hingga Akhirnya seluruh serakan lagu-lagu itu dikumpulkan dalam sebuah Album (atau lebih tepatnya Kumpulan EP) ini yakni Tha Nekrophone Dayz. Dirilis tahun 2006 (dan Saya baru beli sekarang) sementara Album terakhir mereka sebelum Homicide memutuskan bubar “IllSurrekshun” baru dirilis kemarin. Saya menemukan Homicide dari MySpace mereka, setelah mendengarkan lagunya ternyata bagus banget, Akhirnya Saya putuskan memesan CD Tha NEkrophone Dayz mereka. Ketika CD itu Sampai Ia tiada henti Saya putar untuk mempelajari semua yang ada didalamnya. Tha NEkrophone Dayz berisi 18 Track termasuk Intro, dalam paket CDnya ada Booklet kecil dengan eksplanasi singkat sejarah berdirinya Homicide, gambar-gambar Kuburan. Lalu ada Lyrics Sheet yang super duper panjang (wajib baca Liriknya biar tahu apa sih yang mereka omongin di lagunya) beberapa Ekplanasi tentang lagu-lagu dalam Tha Nekrophone Dayz. “Boombox Monger” adalah memori Lama Ucok a.k.a Morgue Vanguard yang mengkisahkan ingatannya tentang Hiphop 70-an; “Puritan (Godblessed Fascists) lagu kontroversial yang berbicara tentang sekelompok fasis bertopengkan Agama dan Ideologi yang seenaknya menebas leher orang lain yang menganggap moral mereka paling baik lalu seenaknya menghilangkan Nyawa orang (kalian tahu maksudnya kan? Siapa kelompok ini); “Semiotika Rajatega” lagu sadis berupa tikaman untuk group Hiphop lain yang membenci Homicide; “Barisan Nisan” track sepanjang tujuh menit lebih yang berisi Sampling-an aneh serta Spoken Word dari Ucok, Ia tidak bernyanyi disini. Cuma berpidato lintas tema, berkarakter sangat kuat; “Senjakala Berhala” Track favorit Saya. Coba dengarkan ditengah malam kalau berani. Flow serta kecepatan nge-rap yang sangat luar biasa, membuat Saykoji tertinggal jauh dibelakang tak bisa mengikuti kecepatannya; “Belati Kalam Profan” Saya suka beatnya; “Rima Ababil” dengan cara nge-rap yang Radio Friendly sebenarnya track ini bisa diputar diradio, namun demi mendengar sampling Orasi pejuang Ham Almarhum Munir di awal lagu, sudah pasti Radio-Radio tak berani memutarnya; “Sajak Suara. Ucok membacakan Puisi Karya Widji Thukul, penyair era Orde Baru yang dihilangkan paksa pemerintah; “Nekropolis” lagu yang amat berisik, ditambah Teriakan Addy Gembel vokalis band Death Metal Forgotten.

Ah susah kalau hanya diterangkan dengan kata-kata, dengarkan Saja Tha Nekrophone Dayz. Pesan segera CD ini. Lihat cara pemesanannya dengan kirim imel ke Remains@nekrophone.com Saya juga sedang berpikir untuk membeli Album terakhir mereka IllSurrekshun.

Ada yang bilang Homicide adalah Atheis, Komunisme bentuk baru, Agnostik dan lain sebagainya. bagi Saya mereka yang bilang seperti itulah yang berpikiran picik, ber IQ rendah. Cuma bisa melihat permasalahan dari satu sudut kemungkinan saja tanpa tahu esensi sebenarnya. Ucok dan kawan kawan bukan Atheis, mereka hanya benci orang-orang yang mengaku Agamis tapi menerapkan Gaya hidup fasis dan suka membunuhi orang lain yang tak satu faham dengan mereka. Homicide bukan Komunis, mereka hanya benci dengan pemerintahan negeri ini yang semakin menumbalkan rakyatnya sendiri demi kelanggengan kedudukan. Homicide hanya memperingatkan kita tentang bagaimana sih keadaan sebenarnya negeri Kita tercinta ini, yang jadi bulan-bulanan Negara barat, jadi mangsa senjata utang dan kapitalisme. Kita diperingatkan apa sih Bahaya Neoliberalisme yang pelan-pelan tengah menjajah Kita. Jadi Homicide tak hanya omong besar tentang hal-hal hedonis enggak penting itu. Karenanya Saya putuskan bisa Suka dengan Hiphop jenis ini.

Last Word, Homicide memang sudah bubar. Sudah berganti jadi Karbala Bukan Fatamorgana. Lupakan kata orang tentang ideologi yang dianut Homicide. Coba dengarkan Saja lagu mereka untuk tahu apa sebenarnya Homicide itu.

-Aris Setyawan-

Bekasi, 06 Maret 2009